Tak Diterima di Sekolah Pilot, Pria Ini Buat Pesawat Sendiri

Tak Diterima di Sekolah Pilot, Pria Ini Buat Pesawat Sendiri



Tak Diterima di Sekolah Pilot, Pria Ini Buat Pesawat Sendiri
Hebatnya dia hanya belajar secara otodidak





Hebatnya, dia tidak pernah terbang sebelumnya. Dia berharap upayanya kali ini akan berhasil. Sebab, lima bulan lalu ketika baling-baling K-570 patah sehingga menggagalkan mimpinya.
Ini adalah puncak dari perjalanan 15 tahun yang lalu ketika ia mencoba untuk mendaftar di Ethiopian Airlines Aviation Academy. Sayang, dia ditolak karena dia dianggap masih pendek meski tingginya 1,70 meter. Tapi hal itu tidak membuatnya berhenti untuk menjadi seorang pilot.




"Untuk menerbangkan pesawat bukan masalah besar. Bahaya terbesar justru saat akan mendarat. Masalahnya adalah memperlambat pesawat turun dari kecepatan 70 mph menjadi 45 mph saat roda - yang diambil dari roda motor - menyentuh landasan," jelasnya.
"Tantangan terbesar dalam membangun pesawat ini adalah orang-orang di sekitar saya. Mereka menyebut saya gila. Orang-orang bertanya 'Bagaimana kamu bisa membangun sebuah pesawat di Ethiopia? Di Afrika?'."
Namun lelaki yang bercita-cita ingin menjadi insinyur luar angkasa di NASA ini tidak peduli. Dia hanya ingin membuktikan bahwa keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi yang mau belajar dan berhati baja.